LAMPUNG77.com – Perumahan subsidi Grand Alexandria Garden di Sabau Balau, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menjadi yang pertama di Sumatera mengusung konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH).
“Yang mengajukan BGH (di Sumatera) untuk hunian, baru Perumahan Grand Alexandria Garden. Di Sumatera sebenarnya sudah ada di Bangka dan Sumatera Selatan, tapi untuk bangunan kampus dan kantor. Kalau ini (Perumahan Grand Alexandria Garden) BGH yang pertama untuk hunian,” Kata Azis F Sangadji, Sekretariat BGH Kementerian PU, saat diwawancarai di sela-sela Penilaian Kinerja BGH Grand Alexandria Garden di Rumah Makan Kayu, Bandar Lampung, Rabu (10/12/2025).
“Dari apa yang sudah dilakukan di lapangan, menurut kami ada beberapa prinsip hijau yang sudah dilaksanakan di perumahan Grand Alexandria Garden ini walaupun masuk kategori subsidi. Dan nggak banyak (perumahan) subsidi yang mau untuk didorong ke hijau (BGH),” lanjutnya.
Azis menjelaskan bahwa BGH sebenarnya mencakup dua pendekatan. Pertama, terkait regulasi dan kedua komitmen terhadap lingkungan.
Menurutnya, Perumahan Grand Alexandria Garden di Lampung Selatan ini menjadi salah satu pioner di Sumatera dengan konsep BGH. Sampai saat ini, lanjutnya, perumahan yang telah melaksanakan sertifikasi BGH di Indonesia di antaranya ada di Garut, Bandung, Purwakarta serang, dan Kuningan.
“BGH ini ada paramater terkait dengan pengolahan tapak, efisiensi energi, konservasi air, kualitas udara dalam ruangan, material ramah lingkungan, bangunan pengelolaan sampah dan limbah. Itu paramater yang menjadi dasar BGH. Dan yang paling dasar sekali sebenarnya adalah ada konservasi energi melalui BGH dan konservasi air, dua ini yang paling penting,” jelasnya.
Bangun 260 Unit Rumah Subsidi
General Manager Grand Alexandria Garden, Tassya Alexandra Putri, mengatakan pihaknya total akan membangun sebanyak 260 unit rumah subsidi di Sabau Balau, Lampung Selatan.
“Rencana total 260 unit dan sekarang sudah kita bangun 84 rumah. Selain di Sabah Balau, kita juga ada di Bandar Jaya dan Negeri Sakti,” ujarnya.

Tassya mengatakan meski perumahan subsidi, Grand Alexandria Garden ingin menciptakan perumahan yang benar-benar layak untuk masyarakat.
“Ibaratnya bukan perumahan yang asal-asalan. Jadi rumah ini benar-benar yang layak untuk ditinggalin. Mulai dari materialnya sesuai standar, kemudian ramah lingkungan, dan ada hemat energhinya. Jadi, komponennya kita masukin,” ujarnya.
“Kita mau menciptakan, merubah image bahwa rumah subsidi ini benar-benar dikonsep dengan konstruksi, bahan material yang memenuhi standar, bahkan adanya BGH ini karena sudah melebihi dari spek yang ada,” lanjutnya.
Harga perumahan subsidi Grand Alexandria Garden yang memiliki luas lahan 72 meter persegi ini berada di kisaran Rp 150 juta per unit atau sesuai dengan ketetapan pemerintah.
“Untuk harga sesuai dengan yang sudah ditetapkan pemerintah. Kita ingin mendukung program 3 juta rumah Pemerintah dengan menciptakan rumah yang layak untuk masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga: 4 Strategi REI Lampung Pacu Pertumbuhan Sektor Properti
(Yar/P1)

